After school

by: A. Emelda A.

Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2014

Make To The Up

Huaaaaa... lama saya tidak cuap-cuap di buku  elektronik saya ini, tapi tidak ada juga yang menantikan tulisan saya ini, dan saya cuma silent rider di blog-blog orang, betapa malasnya saya untuk sekedar menyapa semua orang yang ada di sana, atau karena saya kurang percaya diri, mungkin alasan sebernarnya sih kurang percaya diri,,,*tepok jidat

saya mau bertanya, siapapun boleh jawab ko...hehe, itu juga kalau ada yang mau jawab..
" apakah kalau seorang wanita gak pernah make up, bisa dikatakan wanita seutuhnya?''
berhubung saya tidak suka memakai make up dan ga bisa cara mengaplikasikannya ya saya jawab aja iya, karena kalau mau menjadi wanita yang seutuhnya tidak harus bisa make up dan pakai make up, tapi menurut saya kalau mau menjadi wanita seutuhnya itu harus hobby belanja dan tetep harus nawar, menurut saya seni dari belanja itu bukan terletak dari barang yang kita dapatkan dari hasil belanja, tapi dari proses tawar menawarnya yang bikin hidup menjadi seni yang lebih berwarna,, walaupun di mall-mall besar saya ga bisa nawar, tapi biasanya selalu ada diskon, dan biasanya saya suka berburu diskon, entah itu tas, baju, sepatu underware dan lainnya.

saya lebih suka barang diskon dari pada barang murah tapi kualitas NO, karna barang diskon itu kualitasnya saya tau dan oke kalau di pake,,

akhir-akhir ini saya suka sekali sama tutorial-tutorial make up di blog dan juga di youtube, tapi saya ga suka pakai make up, mungkin nanti atau juga besok, hmmm.. entahlah,, 
tapi saya takut kalau saya make up, nanti saya terlihat seperti tante syahrini,,haha alasan tipis!!! 

tapi alasan sebenarnya sih, karena harga make up itu muahallll, seperti urban decay, shepora, ysl, chanel dll, mungkin cuma wardah aja yang kualitas high tapi harga miring,,,

tapi kalo skin care saya tidak peduli entah itu murah atau mahal yang penting cocok dikulit saya, dan mahal dalam arti masih realistis sih harganya, tapi kalau sudah mencapai nilai 1juta ucapkan tidak pada skin care itu,,,

 saya juga mau curhat nih, kulit saya itu sensitif sekali, oily di daerah T zone sehingga terlihat kusam dan acne,, saya sudah coba beberapa masker homemade yang direkomendasikan oleh beberapa beauty guru awal-awalnya sih bagus dan terlihat lebih cerah, jerawat dan bekasnya mulai hilang tapi semua itu sirna apabila saya udah jadwalnya kedatangan bulan dan itu artinya semua problematika saya kembali muncul,, tapi akhir-akhir ini saya mulai memakai masker putih telur yang kata beberapa beauty guru very recomended dan saya benar merasakan sensasi kulit saya terlihat lebih kencang, jerawat saya juga mulai mengecil dan untuk oil di daerah T zone mulai sedikit ada perubahan,,, semoga putih telur itu memberi perubahan dalam hidup saya,,, AMIN


Sekian curhatan saya yang tidak penting bye bye

Kamis, 17 April 2014

Cita-cita

Bicara tentang cita-cita, pada tau gak cita - cita itu apaan?
aku baca disini
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup. tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.

Dulu waktu TK aku di tanya tentang cita-cita
guru: " melda, cita-cita kamu pengen jadi apa?"
aku: " dokter bu"

Gambar ngambil disini

 kenapa harus dokter? aku juga gak tau sih dulu kenapa jawabnya langsung nyablak dokter, padahal tau sendiri kan sekolah dokter itu mahall , terus butuh waktu yang lama dan otak yang cemerlang. Terus aku juga lupa-lupa ingat sih temen-temen aku dulu bilang bahwa cita-cita mereka pengen jadi 

Gambar ngambil disini

supir pesawat a.k.a pilot, kalian juga pasti tau sekolah pilot itu mahal dan penuh resiko, walaupun gajihnya buanyakkk tapi kalau harus ditukar dengan nyawa? 
terus temen aku juga ada yang bilang mau jadi 

Gambar ngambil disini

memang sih menjadi guru itu adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia, tapi tau kan yang namanya indonesaiah ini gaji guru itu kecil apalagi yang tenaga honorer mungkin gajihnya cuma 200.000, tapi yang bikin aku heran setiap tahun pasti ada aja yang kuliah di pendidikan guru padahal kan gajihnya kecil, dan misalkan ada temen yang kuliah jadi guru, pasti temen yang lain heran dan ngeremehin temen yang kuliah di pendidikan.Tapi kalau di luar negeri ada yang kuliah di pendidikan guru pasti disanjung atau di banggaain banget, karena disana menjadi guru sangat di perhatikan oleh pemerintah setempat beda dengan indonesia yang banyak guru-gurunya harus mencari tambahan di malam harinya ada yang jadi pemulung, guru ngaji dan lain-lain.

Kalau cita-cita aku sih pengen nya jadi seorang Akuntan (setelah taubat jadi anak labil)

Gambar ngambil disini

Tapi ternyata aku kerjanya di sebuah biro agent perjalanan, tapi ini sebagai batu loncatan aja sih ya ga mungkin kan kerja selamanya disana...hehehe
doakan semoga aku bisa menjadi seorang akuntan,,, AMIN